Konsumen tidak datang dari satu sumber
Marketing pemula sering mencari satu “cara tercepat” mendapatkan konsumen. Dalam praktiknya, prospek biasanya berasal dari kombinasi beberapa sumber: jaringan pribadi, rekomendasi, WhatsApp, komunitas, media sosial, konten pencarian, event, dan orang yang pernah bertanya sebelumnya.
Tujuannya adalah membangun beberapa pintu masuk, lalu mencatat mana yang paling relevan.
Mulai dari database yang sudah Anda miliki
Lihat kontak yang sudah ada dan kelompokkan secara wajar. Jangan langsung broadcast ke semua orang. Cari siapa yang pernah membahas rumah, tanah, investasi, usaha, pindah tempat tinggal, atau kebutuhan keluarga yang berkaitan dengan properti.
Hubungi secara personal dan berikan konteks mengapa informasi tersebut mungkin relevan.
Masuk ke komunitas dengan cara yang benar
Komunitas lokal, grup profesi, alumni atau hobi dapat menjadi tempat bertemu calon konsumen, tetapi jangan menjadikan grup hanya sebagai tempat spam iklan. Berpartisipasilah secara normal dan bagikan informasi jika memang sesuai aturan serta konteks komunitas.
Kepercayaan jangka panjang lebih penting daripada satu kali posting.
Gunakan konten untuk menarik intent
Konten dapat menjawab pertanyaan calon konsumen: harga tanah di area tertentu, akses, legalitas, cara Survey, perbandingan lokasi, atau panduan memilih kavling. Orang yang menemukan konten karena sedang mencari informasi biasanya memiliki konteks kebutuhan yang lebih jelas.
Landing page Project kemudian dapat menjadi langkah berikutnya.
Kualifikasi sebelum mengirim banyak materi
Tanyakan empat hal dasar: tujuan membeli, area, budget, dan waktu. Untuk tanah, tambahkan rencana penggunaan dan kebutuhan akses. Informasi ini membantu Anda menentukan apakah Project yang tersedia cocok.
Jika tidak cocok, jangan memaksakan.
Simpan semua leads dengan status
Buat status sederhana seperti baru masuk, sudah dihubungi, follow-up, tertarik Survey, sudah Survey, atau belum cocok. Tanpa pencatatan, prospek mudah hilang di antara chat lain.
CRM membantu, tetapi spreadsheet atau catatan terstruktur pun lebih baik daripada tidak mencatat sama sekali.
Minta referral secara wajar
Orang yang belum membutuhkan properti mungkin mengenal orang lain yang sedang mencari. Setelah percakapan berjalan baik, Anda dapat meminta izin untuk meneruskan informasi jika mereka mempunyai teman atau keluarga yang relevan.
Hindari meminta data kontak orang lain tanpa izin.
Fokus pada kualitas percakapan
Seratus kontak yang tidak relevan belum tentu lebih baik daripada sepuluh orang yang memiliki kebutuhan jelas. Ukur prospek dari kualitas pertanyaan, kecocokan kebutuhan, kesiapan Survey dan respons terhadap follow-up.
Bangun sistem yang dapat diulang
Setiap minggu evaluasi sumber prospek, jenis konten yang menghasilkan percakapan, dan follow-up yang belum selesai. Dengan cara ini, prospecting menjadi proses yang bisa diperbaiki.
RDA LAND menggabungkan Project aktif, link Marketing, CRM dan alur Follow-Up agar Marketing dapat menjalankan prospecting dengan pencatatan yang lebih rapi. Penjelasan program dan pendaftaran tersedia di homepage.