Mulai dari pertanyaan calon pembeli

Konten yang baik membantu menjawab sesuatu yang ingin diketahui calon konsumen. Untuk tanah kavling, topik yang sering relevan antara lain lokasi, akses, legalitas, ukuran, cara pembayaran, view, utilitas, lingkungan, dan cara Survey.

Bedakan konten jualan dan konten edukasi

Flyer harga penting, tetapi tidak harus menjadi satu-satunya materi. Kombinasikan dengan artikel akses, checklist Survey, penjelasan legalitas yang sesuai data, foto aktual yang diizinkan, atau video singkat tentang cara menuju lokasi. Konten edukasi dapat membantu membangun percakapan sebelum calon konsumen siap bertanya soal harga.

Gunakan fakta Project yang terbaru

Jangan menyalin caption lama tanpa mengecek apakah harga, promo, stok, fasilitas, atau ketentuan masih berlaku. Jika informasi berubah, gunakan versi terbaru dari Admin atau Developer.

Gunakan Link Marketing pribadi

Saat membagikan halaman Project atau artikel Project, gunakan link pribadi dari Marketing Center. Link tersebut membantu menjaga attribution sesuai aturan Project. Jangan mengganti token atau konteks Project secara manual.

Sesuaikan kanal

Status WhatsApp cocok untuk pesan ringkas dan visual. Grup membutuhkan relevansi dan etika agar tidak menjadi spam. Facebook atau Instagram dapat memakai konten yang lebih panjang, sementara percakapan pribadi sebaiknya fokus pada kebutuhan orang tersebut.

Gunakan CTA yang spesifik

Alih-alih hanya menulis “minat inbox”, arahkan satu tindakan seperti minta pricelist terbaru, tanya akses, lihat halaman Project, atau jadwalkan Survey. CTA yang jelas membuat calon konsumen tahu langkah berikutnya.

Ukur respons dan perbaiki materi

Catat konten mana yang menghasilkan klik, pertanyaan, prospek, atau Survey. Tujuannya bukan sekadar mendapat banyak tayangan, tetapi menemukan materi yang membantu calon konsumen bergerak ke tahap berikutnya.