1. SHM sudah per kavling atau masih induk?
Ini menentukan proses dokumen selanjutnya.
2. Siapa nama pemegang hak?
Cocokkan dengan pihak yang bertransaksi atau kuasa yang sah.
3. Berapa luas menurut dokumen?
Bandingkan dengan siteplan dan informasi pemasaran.
4. Bagaimana batas bidang ditentukan?
Minta penjelasan patok dan proses ukur.
5. Jika pemecahan belum selesai, apa tahapannya?
Tanyakan siapa yang mengurus, biaya dan dokumen pengikat.
6. Apa saja biaya transaksi?
Jangan mengandalkan istilah “free biaya” tanpa rincian.
7. Apakah ada dokumen tata ruang/peruntukan yang perlu dicek?
Rencana villa atau bangunan harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
8. Kapan dokumen dapat diperiksa?
Calon pembeli berhak memahami proses verifikasi sebelum keputusan besar.